Ballard Score


PENILAIAN MASA GESTASI
(New Ballard Score)

KEMATANGAN FISIK


-1
0
1
2
3
4
5
Kulit
Lengket transparan
Merah transparan
Merah muda, licin, halus, vena terlihat
Permukaan mengelupas dan/ruam, vena kurang
Daerah pucat, retak-retak, vena jarang
Retak lebih dlm seperti kertas, tidak terlihat pembuluh darah
Seperti kertas, retak 2x, mengkerut
Lanugo
Tidak ada
Jarang
Banyak
Menipis
Menghilang
Kebanyakan tidak ada

Garis Telapak Kaki
Jarak tumit-jari kaki

40-50 mm: 1
<40 mm : -2
Tumit jari kaki > 50 mm, tidak ada garis
Tanda merah sangat sedikit
Hanya garis anterior/transversal melintang
Beberapa garis di 2/3 anterior
Garis-garis di seluruh telapak kaki

Payudara
Tidak kelihatan
Samar-samar
Areola datar, tidak ada tonjolan
Areola muncul sedikit, tonjolan 1-2 mm
Areola lebih jelas; tonjolan 3 – 4 mm
Areola penuh, tonjolan 5 – 10 mm

Mata/
Telinga
Kelopak mata tertutup.

Longgar : -1
Kuat    : -2
Kelopak mata terbuka, daun telinga datar, masih terlipat
Daun telinga sedikit melengkung, lunak, rekoil/membalik lambat
Bentuk lebih baik, mudah membalik
Bentuk sempurna, membalik seketika
Tulang rawan telinga tebal dan kaku

Genital pria
Scrotum datar, lembut
Skrotum kosong, rugae/lipatan samar-samar
Testis ada diatas kanal, rugae jarang
Testis turun, rugae cukup
Testis turun rugae bagus
Testis menggantung, rugae dalam

Genital Wanita
Klitoris menonjol, labia datar
Klitoris menonjol, labia minor kecil
Klitoris menonjol, labia minor membesar
Tonjolan labia mayor dan minor sama
Labia mayor besar, labia minor kecil
Labia mayor menutupi klitoris dan labia minor













KEMATANGAN NEUROMUSKULER


-1
0
1
2
3
4
5
Sikap
NA
Kedua pergelangan tangan, lengan, panggul dan kedua kaki lurus
Kedua pergelangan tangan bengkok dan kedua kaki agak bengkok
Kedua bahu, panggul dan kedua kaki bengkok tapi tdk sampai 90°
Kedua bahu, panggul dan kedua kaki bengkok sampai 90°
Kedua bahu dan kedua kaki bengkok dan menutup kea rah badan
NA
Sudut pergelangan tangan
> 90°
 90°
60°
45°
30°
0°
NA
Kelenturan Lengan
NA
180°
140-180°
110-140°
 90-110°
< 90°
NA
Sudut Poplitea
180°
160°
140°
120°
110°
90°
< 90°
Tanda selampang
Siku melebihi garis axilla yang berlawanan
Siku sampai garis axilla yang berlawanan
Siku sampai garis midklavikula yang berlawanan
Siku berada di garis tengah tubuh
Siku sampai garis axilla
Siku tidak sampai pada garis axilla

Tumit ke telinga
Kaki lurus, tumit sampai telinga
Kaki lurus, jari-jari sampai dagu
Lutut agak bengkok, tumit sampai 140° dari bidang datar
Lutut bengkok, tumit sampai  120° dari bidang datar
Lutut bengkok sampai  90°, tumit sampai 90° dari bidang datar
Lutu bengkok, tumit sampai 45° dari bidang datar


Perhitungan Kematangan

SKOR
MINGGU
-10
20
-5
22
0
24
5
26
10
28
15
30
20
32
25
34
30
36
35
38
40
40
45
42
50
44






Posted by
Unknown

More

Askep Osteomyelitis



ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN OSTEOMYELITIS

A.     Defenisi
Osteomielitis adalah infeksi tulang. Infeksi tulang lebih sulit disembuhkan daripada infeksi jaringan lunak karena terbatasnya asupan darah, respons jaringan terhadap inflamasi, tingginya tekanan jaringan dan pembentukan involukrum (pembentukan tulang baru di sekeliling jaringan tulang mati). Osteomeilitis dapat menjadi masalah kronis yang akan mempengaruhi kualitas hidup atau mengakibatkan kehilangan ekstremitas. Beberapa ahli memberikan defenisi terhadap osteomyelitis sebagai berkut :

Posted by
Unknown

More

Askep Addison's Disease


ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN ADDISON’S DISEASE

A.     Definisi
Ø  Addison’s Disease adalah kegagalan korteks kelenjar adrenal untuk memproduksi hormone dalam jumlah yang adekuat sehingga akan mempengaruhi kerja tubuh dalam menekan dan meregulasi tekanan darah serta mengatur keseimbangan air dan garam, dapat terjadi pada semua kelompok umur dan menimpa pria-pria dan wanita-wanita sama rata.
Ø  Penyakit Addison adalah hipofungsi kronik korteks adrenal primer akibat dari kerusakan pada korteks adrenal. (Cermin Dunia Kedokteran No. 39)
Ø  Penyakit Addison adalah penyakit yang terjadi akibat fungsi korteks tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan pasienakan hormon-hormon korteks adrenal. (Soediman, 1996 )
Ø  Penyakit Addison adalah lesi kelenjar primer karena penyakit destruktif atau atrofik, biasanya autoimun atau tuberkulosa. (Baroon, 1994)

Posted by
Unknown

More

Askep Enchepalitis


ASUHAN KEPERAWATAN KEPADA KLIEN DENGAN ENCHEPALITIS

A.     Definisi
Enshepalitis adalah infeksi jaringan otak oleh berbagai macam mikroorganisme (Hassan, 1997). Pada encephalitis terjadi peradangan jaringan otak yang dapat mengenai selaput pembungkus otak dan medula spinalis.

Posted by
Unknown

More

Fungsi Manajer dan Asisten Manajer Keperawatan


MANAJER INSTALASI RAWAT INAP

A.       PENGERTIAN
Manajer Instalasi Rawat Inap disingkat Manajer IRNA  adalah pejabat yang diangkat oleh Direktur sebagai pengelola kegiatan operasional kegiatan di IRNA

Posted by
Unknown

More

Askep Asma


ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KLIEN ASMA
A.  Definisi
-    Asma bronkhial adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten, reversible dimana trakeobronkial berespon secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu.
-    Asma bronchial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah baik secara spontan maupun hasil dari pengobatan ( The American Thoracic Society ).

Posted by
Unknown

More

Askep Diabetes Insipidius


ASUHAN KEPERAWATAN
DIABETES INSIPIDIUS

2.1.             Definisi
Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan, penyakit ini diakibatkan oleh berbagai penyebab yang dapat mengganggu mekanisme neurohypophyseal-renal reflex sehingga mengakibatkan kegagalan tubuh dalam mengkonversi air. Kebanyakan kasus-kasus yang pernah ditemui merupakan kasus yang idiopatik yang dapat bermanifestasi pada berbagai tingkatan umur dan jenis kelamin. (Khaidir Muhaj, 2009)

Posted by
Unknown

More

Definisi PERILAKU ORGANISASI :


Definisi PERILAKU ORGANISASI :

Perilaku Organisasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana seharusnya perilaku tingkat individu, tingkat kelompok, serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok, maupun organisasi).
Perilaku organisasi juga dikenal sebagai Studi tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi, dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi dan psikologi. Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang Sumber daya manusia dan psikologi industri serta perilaku organisasi.

Posted by
Unknown

More

Translate

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / Perawat Hati

Template by : Urangkurai / powered by :blogger